Labbaik Allahumma Labbaik, artinya adalah kami memenuhi dan akan melaksanakan perintah-Mu ya Allah.
Labbaika la syarika laka labbaik, artinya tiada sekutu bagi-Mu dan kami insya Allah memenuhi panggilan-Mu.
Inna al hamda wa an ni’mata laka wa al mulka la syarika laka,
artinya sesungguhnya segala pujian, nikmat dan begitu juga kerajaan
adalah milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu.
Senin, 02 Desember 2013
Jumat, 01 November 2013
Uwais Al Qarni Menggendong Ibunya Naik Haji
Di Yaman, tinggalah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni yang
berpenyakit sopak, tubuhnya belang-belang. Walaupun cacat, ia adalah
pemuda yang soleh dan sangat berbakti kepadanya Ibunya. Ibunya adalah
seorang wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi
semua permintaan Ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.
"Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkan agar Ibu dapat mengerjakan haji," pinta Ibunya. Uwais tercenung, perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh melewati padang pasir tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Namun Uwais sangat miskin dan tak memiliki kendaraan.
Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seeokar anak lembu, Kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkinkan pergi Haji naik lembu. Olala, ternyata Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi beliau bolak balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. "Uwais gila.. Uwais gila..." kata orang-orang. Yah, kelakuan Uwais memang sungguh aneh.
Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi.
Setelah 8 bulan berlalu, sampailah musim Haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kg, begitu juga dengan otot Uwais yang makin membesar. Ia menjadi kuat mengangkat barang. Tahulah sekarang orang-orang apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari. Ternyata ia latihan untuk menggendong Ibunya.
Uwais menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Mekkah! Subhanallah, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.
Uwais berjalan tegap menggendong ibunya tawaf di Ka'bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka'bah, ibu dan anak itu berdoa. "Ya Allah, ampuni semua dosa ibu," kata Uwais. "Bagaimana dengan dosamu?" tanya ibunya heran. Uwais menjawab, "Dengan terampunnya dosa Ibu, maka Ibu akan masuk surga. Cukuplah ridho dari Ibu yang akan membawa aku ke surga."
Subhanallah, itulah keinganan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah SWT pun memberikan karunianya, Uwais seketika itu juga disembuhkan dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Tahukah kalian apa hikmah dari bulatan disisakan di tengkuk? itulah tanda untuk Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat utama Rasulullah SAW untuk mengenali Uwais.
Beliau berdua sengaja mencari Uwais di sekitar Ka'bah karena Rasullah SAW berpesan "Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kamu berdua pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman. Dia akan muncul di zaman kamu, carilah dia. Kalau berjumpa dengan dia minta tolong dia berdua untuk kamu berdua."
"Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan)." (HR. Bukhari dan Muslim)
"Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkan agar Ibu dapat mengerjakan haji," pinta Ibunya. Uwais tercenung, perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh melewati padang pasir tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Namun Uwais sangat miskin dan tak memiliki kendaraan.
Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seeokar anak lembu, Kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkinkan pergi Haji naik lembu. Olala, ternyata Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi beliau bolak balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. "Uwais gila.. Uwais gila..." kata orang-orang. Yah, kelakuan Uwais memang sungguh aneh.
Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi.
Setelah 8 bulan berlalu, sampailah musim Haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kg, begitu juga dengan otot Uwais yang makin membesar. Ia menjadi kuat mengangkat barang. Tahulah sekarang orang-orang apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari. Ternyata ia latihan untuk menggendong Ibunya.
Uwais menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Mekkah! Subhanallah, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.
Uwais berjalan tegap menggendong ibunya tawaf di Ka'bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka'bah, ibu dan anak itu berdoa. "Ya Allah, ampuni semua dosa ibu," kata Uwais. "Bagaimana dengan dosamu?" tanya ibunya heran. Uwais menjawab, "Dengan terampunnya dosa Ibu, maka Ibu akan masuk surga. Cukuplah ridho dari Ibu yang akan membawa aku ke surga."
Subhanallah, itulah keinganan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah SWT pun memberikan karunianya, Uwais seketika itu juga disembuhkan dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Tahukah kalian apa hikmah dari bulatan disisakan di tengkuk? itulah tanda untuk Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat utama Rasulullah SAW untuk mengenali Uwais.
Beliau berdua sengaja mencari Uwais di sekitar Ka'bah karena Rasullah SAW berpesan "Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kamu berdua pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman. Dia akan muncul di zaman kamu, carilah dia. Kalau berjumpa dengan dia minta tolong dia berdua untuk kamu berdua."
"Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan)." (HR. Bukhari dan Muslim)
Rabu, 16 Oktober 2013
Selasa, 08 Oktober 2013
Senin, 09 September 2013
Syair Indah - Dedi Mizwar
Engkau yang tak terhingga,
kuasaMu membuatku berputus asa,
kecuali Engkau yang menuntunku melewati huruf demi huruf firmanMu.
Tabir tujuh lembar langit tak mampu lagi ku tembus,
kecuali doa-doa penuh harap yang diterbangkan malaikat-malaikatMu,
sampaikan doa-doaku padaMu.
Seandainya ada puncak yang lebih tinggi dari sujud ini, tentu hamba naiki.
Tapi Engkau hanya menetapkan sujud ini, sebagai puncak penghambaanku.
Maka jangan Engkau minta lebih dariku untuk menghamba.
Tak berani kukatakan menangkah hamba? Kalahkah hamba?
Hamba yang terus mencariMu,
mencari ridhoMu dalam gelapnya harapan.
Ku tinggalkan dunia yang menjadi karuniaMu.
Ku tinggalkan ke khalifahan yang Engkau amanahkan.
Kulupakan semua nama dunia yang menjadi bebanku selama ini.
Ku ingat hanya namaMu, nama RasulMu, dan nama ibuku.
kuasaMu membuatku berputus asa,
kecuali Engkau yang menuntunku melewati huruf demi huruf firmanMu.
Tabir tujuh lembar langit tak mampu lagi ku tembus,
kecuali doa-doa penuh harap yang diterbangkan malaikat-malaikatMu,
sampaikan doa-doaku padaMu.
Seandainya ada puncak yang lebih tinggi dari sujud ini, tentu hamba naiki.
Tapi Engkau hanya menetapkan sujud ini, sebagai puncak penghambaanku.
Maka jangan Engkau minta lebih dariku untuk menghamba.
Tak berani kukatakan menangkah hamba? Kalahkah hamba?
Hamba yang terus mencariMu,
mencari ridhoMu dalam gelapnya harapan.
Ku tinggalkan dunia yang menjadi karuniaMu.
Ku tinggalkan ke khalifahan yang Engkau amanahkan.
Kulupakan semua nama dunia yang menjadi bebanku selama ini.
Ku ingat hanya namaMu, nama RasulMu, dan nama ibuku.
Rabu, 29 Mei 2013
halo halo...
udah lama banget ya gue gak nge-blog, hehehe..
kemarin sibuk ujian nasional sih.. tapi sekarang udah pengumuman sih. alhamdulillah LULUS walaupun nilainya kurang memuaskan ;(
tapi besok udah mau perpisahan nih.. *tiba-tiba sedih*
sebenernya gue bingung mau nge-blog apa. ini hanya keisengan gue aja disaat jam istirahat. tapi sekarang udah jam 1 nih, udahan dulu ahhh.. daaa :D
udah lama banget ya gue gak nge-blog, hehehe..
kemarin sibuk ujian nasional sih.. tapi sekarang udah pengumuman sih. alhamdulillah LULUS walaupun nilainya kurang memuaskan ;(
tapi besok udah mau perpisahan nih.. *tiba-tiba sedih*
sebenernya gue bingung mau nge-blog apa. ini hanya keisengan gue aja disaat jam istirahat. tapi sekarang udah jam 1 nih, udahan dulu ahhh.. daaa :D
Selasa, 05 Februari 2013
Kuliah?? Kerja??
Hai...hai...hai!!!
akhirnya gue nge-blog lagi, hehehehe :D
Sebentar lagi gue akan memasuki masa-masa mendebarkan, dimana gue akan menghadapi berbagai ujian. Mulai dari ujian kompetensi ( akuntansi ), ujian praktek, ujian sekolah, sampai yang paling bikin dag dig dug duarrr UJIAN NASIONAL!! wahahaha -______-
Minta doa nya ya, biar gue lancar buat menghadapi itu semua, dan yang terpenting gue bisa lulus dengan hasil yang membanggakan! rata-rata 9 sih kalo bisa!! AMIIN :D
Tapi masih ada yang harus dipikirin lagi nih, setelah lulus gue harus kemana? Kuliah atau kerja?
Disaat temen-temen gue pada pusing mikirin tempat kuliah dan daftar SNMPTN, entah kenapa gue gak tertarik sama sekali buat kuliah. Kalo pun kuliah gue juga bingung target apa yang pengen gue capai? Pusing juga s ih kalo gue harus belajar lagi. Pasti juga bakal ngebebanin orang tua lagi. Kapan gue bisa bahagiain orang tua gue dong?
Ya pengennya sih kerja ( pengen banget kerja sih, hehe ) Doain aja biar gue bisa cepet dapet kerja yang enak, nyaman, pokoknya doain yang terbaik ajalah buat gue. hehehe... mau kan???? makasih ya.. :D
akhirnya gue nge-blog lagi, hehehehe :D
Sebentar lagi gue akan memasuki masa-masa mendebarkan, dimana gue akan menghadapi berbagai ujian. Mulai dari ujian kompetensi ( akuntansi ), ujian praktek, ujian sekolah, sampai yang paling bikin dag dig dug duarrr UJIAN NASIONAL!! wahahaha -______-
Minta doa nya ya, biar gue lancar buat menghadapi itu semua, dan yang terpenting gue bisa lulus dengan hasil yang membanggakan! rata-rata 9 sih kalo bisa!! AMIIN :D
Tapi masih ada yang harus dipikirin lagi nih, setelah lulus gue harus kemana? Kuliah atau kerja?
Disaat temen-temen gue pada pusing mikirin tempat kuliah dan daftar SNMPTN, entah kenapa gue gak tertarik sama sekali buat kuliah. Kalo pun kuliah gue juga bingung target apa yang pengen gue capai? Pusing juga s ih kalo gue harus belajar lagi. Pasti juga bakal ngebebanin orang tua lagi. Kapan gue bisa bahagiain orang tua gue dong?
Ya pengennya sih kerja ( pengen banget kerja sih, hehe ) Doain aja biar gue bisa cepet dapet kerja yang enak, nyaman, pokoknya doain yang terbaik ajalah buat gue. hehehe... mau kan???? makasih ya.. :D
Senin, 14 Januari 2013
Maudy Ayunda - Tahu Diri
Hai, selamat bertemu lagi..
Aku sudah lama menghindarimu
Sialkulah kau di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Rasanya tak ingin bernafas lagi
Tegak bediri di depanmu kini
Sakitnya menusuk jantung ini
Melawan cinta yang ada di hati
Dan..upayaku tahu diri..
Tak slamanya berhasil
Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bersama
Pergilah, menghilang sajalah lagi..
Bye, selamat berpisah lagi
Meski masih ingin memandangimu
Lebih baik kau tiada di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Menghentikan sgala khayalan gila
Jika kau ada dan ku cuma bisa
Meradang menjadi yang di sisimu
Membenci nasibku yang tak berubah..
Dan..upayaku tahu diri..
Tak slamanya berhasil
Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bersama
Pergilah, menghilang sajalah lagi..
Berkali-kali kau berkata
Kau cinta tapi tak bisa
Berkali-kali ku tlah berjanji
Menyerah....
Dan..upayaku tahu diri
Tak slamanya berhasil
Pergilah,menghilang sajalah
Pergilah,menghilang sajalah lagi...
Aku sudah lama menghindarimu
Sialkulah kau di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Rasanya tak ingin bernafas lagi
Tegak bediri di depanmu kini
Sakitnya menusuk jantung ini
Melawan cinta yang ada di hati
Dan..upayaku tahu diri..
Tak slamanya berhasil
Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bersama
Pergilah, menghilang sajalah lagi..
Bye, selamat berpisah lagi
Meski masih ingin memandangimu
Lebih baik kau tiada di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Menghentikan sgala khayalan gila
Jika kau ada dan ku cuma bisa
Meradang menjadi yang di sisimu
Membenci nasibku yang tak berubah..
Dan..upayaku tahu diri..
Tak slamanya berhasil
Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bersama
Pergilah, menghilang sajalah lagi..
Berkali-kali kau berkata
Kau cinta tapi tak bisa
Berkali-kali ku tlah berjanji
Menyerah....
Dan..upayaku tahu diri
Tak slamanya berhasil
Pergilah,menghilang sajalah
Pergilah,menghilang sajalah lagi...
Langganan:
Postingan (Atom)


