Rabu, 26 November 2014

Kisah "Si Tukang Kayu"

Seorang tukang bangunan yang sudah
tua berniat untuk pensiun dari
profesi yang sudah ia geluti selama
puluhan tahun.

Ia ingin menikmati masa tua bersama
istri dan anak cucunya. Ia tahu ia
akan kehilangan penghasilan rutinnya
namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh
istirahat. Ia pun menyampaikan
rencana tersebut kepada mandornya.

Sang Mandor merasa sedih, sebab ia
akan kehilangan salah satu tukang
kayu terbaiknya, ahli bangunan yang
handal yang ia miliki dalam timnya.
Namun ia juga tidak bisa memaksa.

Sebagai permintaan terakhir sebelum
tukang kayu tua ini berhenti, sang
mandor memintanya untuk sekali lagi
membangun sebuah rumah untuk terakhir
kalinya.

Dengan berat hati si tukang kayu
menyanggupi namun ia berkata karena
ia sudah berniat untuk pensiun maka
ia akan mengerjakannya tidak dengan
segenap hati.

Sang mandor hanya tersenyum dan
berkata, "Kerjakanlah dengan yang
terbaik yang kamu bisa. Kamu bebas
membangun dengan semua bahan terbaik
yang ada."

Tukang kayu lalu memulai pekerjaan
terakhirnya. Ia begitu malas-malasan.
Ia asal-asalan membuat rangka
bangunan, ia malas mencari, maka ia
gunakan bahan-bahan berkualitas
rendah. Sayang sekali, ia memilih
cara yang buruk untuk mengakhiri
karirnya.

Saat rumah itu selesai. Sang mandor
datang untuk memeriksa. Saat sang
mandor memegang daun pintu depan, ia
berbalik dan berkata, "Ini adalah
rumahmu, hadiah dariku untukmu!"

Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia
sangat menyesal. Kalau saja sejak
awal ia tahu bahwa ia sedang
membangun rumahnya, ia akan
mengerjakannya dengan
sungguh-sungguh. Sekarang akibatnya,
ia harus tinggal di rumah yang ia
bangun dengan asal-asalan.

Inilah refleksi hidup kita!

Pikirkanlah kisah si tukang kayu ini.
Anggaplah rumah itu sama dengan
kehidupan Anda. Setiap kali Anda
memalu paku, memasang rangka,
memasang keramik, lakukanlah dengan
segenap hati dan bijaksana.

Sebab kehidupanmu saat ini adalah
akibat dari pilihanmu di masa lalu.
Masa depanmu adalalah hasil dari
keputusanmu saat ini.

Jumat, 07 November 2014

CERMIN BATIN

Dikisahkan dlm dongeng rakyat Jepang ada sebuah rmh yg di dlm nya terdpt 1000 cermin.

Suatu hari ada seekor anjing kecil yg periang & selalu berbahagia, dia melewati rmh itu & memutuskan utk masuk ke dlm nya. Dia berlari gembira menuju pintu rmh itu.

Saat anjing riang itu masuk, ia terkejut bhw ia mendapati di dlm rmh itu terdpt banyak sekali anjing yg mirip dia & menyambutnya dgn ekor yg ber-goyang2 & kuping yg terangkat pula.Anjing kecil itu tersenyum senang & sekali lagi ia melihat semua "teman barunya" jg membalas senyumannya dgn senyum yg sama bersahabatnya dgn senyuman anjing tsb.
Saat anjing kecil itu meninggalkan rmh tsb, dlm hati ia berkata "tempat yg sangat menyenangkan", ada banyak tmn baru yg baik & ramah, aku akan sering bermain ke tempat itu.

Lalu suatu wkt ada seekor anjing lain yg kurang bahagia & tidak se-riang anjing yg pertama. Anjing itu jg memutuskan utk mampir ke dlm rmh tsb, dgn perlahan & tampak waspada ia berjalan menuju pintu rmh tsb.

Saat anjing itu masuk ke dalamnya ia terkejut & waspada krn ia mendapati di rmh tsb ada banyak anjing yg tak bersahabat.Lalu anjing itu mencoba menggertaknya dgn mengeluarkan taring & geraman kecil, namum lagi2 ia dikejutkan bhw semua anjing itu melakukan hal yg sama.
Dgn ketakutan anjing itu berlari keluar rmh & berkata dlm hatinya "tempat yg menakutkan, aku tak akan pernah mau masuk lagi".

Moral Cerita:"Apa yg kita lakukan terhadap org2 di lingkungan sekitar kita akan berdampak kembali ke kita sebagaimana spt yg kita berikan pd mereka"Kalau kita tersenyum pd dunia, mk duniapun tersenyum pd kita.

Ingat pula bahwa DUNIA NYATA KITA adlh CERMIN dari DUNIA BATIN KITABersikaplah positif, selalu ceria, bahagia, agar sikap positif kita bisa menarik aura positif ke kehidupan kita.

Jadi, mulailah hari2mu dgn sikap positif, selalu ceria.

-From Mahpuz-

Minggu, 07 September 2014

BAKSO??



SAYA TIDAK SUKA BAKSO. Mungkin terdengar aneh. Tapi memang begitu kenyataannya. Waktu kecil hingga kelas 2 SMK saya sangat sangat tidak menyukai bakso. Kenapa?? Kalo ditanya kenapa yaa saya bingung jawabnya. Awalnya sih saya biasa aja sama jenis makanan yang satu ini. Tapi suatu ketika saya mapir ke warung bakso sama ibu saya, saat itu saya masih duduk di bangku kelas 6 SD. Warung baksonya kecil, dan terkesan agak jorok. Saya coba makan bakso dicampur dengan sambal. Hanya beberapa sendok saja, karena saya tidak terlalu suka pedas. Alhasil begitu sampai rumah saya bolak-balik ke kamar mandi -___-

Terlebih ada salah satu program televisi yang menampilkan cara pembuatan bakso. JUJUR, SAYA BARU TAU CARA MEMBUAT BAKSO. Melihat warna adonan nya saja saya sudah geli. Ya, dengan cara dikepal dengan tangan, di buat menjadi bulat, lalu di cetak menggunakan sendok di tangan kanan, dan dikepal di tangan kiri. Yaa, tangan kiri. TANGAN KIRI!! NOOOOOOOOOO.....

Dan di sore hari saat saya nonton reportase investigasi, ada beberapa penjual bakso yang “nakal” dengan menambah daging tikus ke dalam adonan bakso. TIKUS!! Seketika saya langsung terbayang tempat bakso yang membuat saya sakit perut dan bolak-balik ke kamar mandi. Terlebih teknik membuat bakso yang membuat sedemikian sehingga...... SAYA SANGAT SANGAT SANGAT TIDAK MENYUKAI BAKSO. Dan sejak saat itu saya lupa rasa bakso itu kayak apa.

Kalo ditawarin atau diajak makan bakso, saya lebih memilih minum teh botol atau es campur. Tapi berlama-lama di warung bakso membuat perut saya mual.  Bahkan saya pernah muntah di warung bakso ._. kasihan abangnya. (maaaaff yaaa baaaangg....) walaupun saya yakin tidak semua penjual bakso yang melakukan hal ini, tapi tetap saja saya tidak suka.

Keanehan saya ini menjadi alasan teman-teman saya untuk meledek saya. Waktu SMK teman-teman saya sering mengajak saya untuk makan bakso. Karena hanya itu makanan enak yang murah, cukup lah sama kantong pelajar. Mau tidak mau saya harus ikut. Dengan hanya memesan mie ayam, makan secepat kilat dan buru-buru keluar dari tempat itu karena bau bakso yang menyengat membuat saya tidak tahan berlama-lama di tempat itu. 

Seperti yang saya pernah ceritakan sebelumnya tentang IWASHOCACI, kita sering kumpul di rumah salah satu teman, yaitu MAUDY GERALDINE (TITA nama samarannya), bisa dibilang rumah nya itu sudah seperti basecamp kita, hahaha.....

Karena sering main ke rumahnya, jadi nyokap nya maudy sering masak. Atau kalo lagi gak masak biasanya yaaaa...... PANGGIL TUKANG BAKSO. Alhasil saya digorengin telor. Tapi kalo terus-terusan kayak gini saya jadi gak enak. Ngerepotin.

Akhirnya saya memberanikan diir untuk ikut MAKAN BAKSO. Ya semua butuh proses. Pertama saya hanya pesan tahu dan kuahnya. Setelah sekian lama pesennya begitu terus, saya coba pesen bakso, tapi “baksonya satu aja ya bang” kebetulan yang saya coba pertama itu adalah bakso bakwan. Rasanya tidak begitu kental aroma dagingnya. Mulai dari situ saya mulai merasa... KOK ENAK YAA..
Hahaha... akhirnya saya jadi suka lagi sama kamu BAKSO. Setelah sekian lamaaaaaa.... maaf yaa aku udah buruk sangka sama kamu. Positif thinking aja deh, kalo yang kita makan itu halal, baik, sehat, dan jangan lupa baca Bismillah biar berkah buat kita dan abangnya.

Oke, sekian cerita saya tentang si bulat beserta teman-temannya, I LOVE BAKSO 

Senin, 01 September 2014

BANGKIT!

saat itu usiaku masih 18 tahun. Kondisiku juga sedang sakit. Semua ini berawal ketika temanku menawarkan bekerja di salah satu perusahaan, ya TIRAM namanya. Aku memang tidak berambisi untuk kuliah, yang aku fikirkan adalah bagaimana caranya aku bisa membantu kegiatan ekonomi keluargaku. Kuputuskan untuk membuat surat lamaran pekerjaan. Hari-hari berlalu, namun belum ada kepastian apakah aku diterima atau sebaliknya. Namun Allah Maha Pemurah, akhirnya aku ditelpon dan diterima kerja sebagai staff admin. Minggu-minggu pertama tak banyak yang aku kerjakan. Karena sistem administrasi yang masih kacau, aku berinisiatif untuk menjalankan kegiatan administrasi "versiku". Ya memang di TIRAM tidak banyak kesulitan yang aku hadapi. Namun, ada saja moment-moment dimana aku harus merasakan tekanan, nge-down, bahkan aku pernah berfikir untuk resign. Namun tiba-tiba semangat ku muncul kembali karena ada orang-orang yang selalu mendukung, memberi semangat, dan arahan kepadaku. Siapa lagi kalau bukan Pak Aput, Mas Adit, Fauzi, Mba Ira, Mas Kiki, Mas Wahyu, dan Mas Latief. Alhamdulillah, SAYA TIDAK SENDIRI. Saya sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan mereka.
Namun perasaan "nge-down" itu hadir kembali ketika satu persatu diantara para penyemangat itu meninggalkan saya. Mas kiki, ya, dia terlebih dahulu resign dipenghujung tahun 2013. Kemudian disusul mba ira di awal tahun 2014. Dan yang membuat saya sangat kehilangan adalah sosok mas adit. Jika saya diberi permohonan tentunya saya ingin menahan mereka untuk tetap disini. Tapi apakah saya bisa menyalahkan takdir?
Belum hilang kerinduan saya tentang mereka, ujian itu kembali datang. Bukan dari sang penyemangat yang harus pergi, tapi dari saya. Iya betul, kini saya yang harus meninggalkan mereka. Meninggalkan tim-tim penyemangat yang tersisa dan "tempat kelahiran" saya (TIRAM). Saya di mutasi. DIMUTASI. Tepat dimana umur saya masih 8 bulan diTIRAM. Ini adalah titik terberat saya. Sangat berat. Bukan karena kerjaan, tapi lingkungan.

*to be continue...*

Sabtu, 28 Juni 2014

Kuasa - Mu



Dalam keheningan ku bersimpuh
Ku buka lembaran-lembaran kitab-Mu
Ku temukan damai membaca sabda-Mu
Tuhan ku memohon, Tuhan ku memohon
Pancarkan cahaya di hidupku

Tuhan ku percaya Engkau pasti telah
Merencanakan yang terbaik untuk diriku
Agar ku tak jatuh dan selalu ada di jalan-Mu

Tak perlu ku lihat, tanpa ku mendengar
Dapat ku rasakan, selalu ku rasakan
Betapa besarnya kuasaMu

Tuhan ku percaya Engkau pasti telah
Merencanakan yang terbaik untuk diriku
Agar ku tak jatuh dan selalu ada di jalan-Mu

KepadaMu ku meminta
Ku menyembah ku bersujud

Tuhan aku percaya Kau pasti berikan
Telah Kau sediakan semua bagi hambaMu
Tanpa Kau bedakan

Tuhan jangan biarkan (jangan biarkan)
Hatiku mengeluh meragukan rahmatMu
Tuhan hanya Engkaulah penuntun langkahku
Tuk selalu tetap di jalanMu
Ada di jalan-Mu

Senin, 16 Juni 2014

BETE (TITIK)

07 Juni 2014...

Pagi ini BT maksimal. Hari ini adalah hari pertama gue kuliah di hari sabtu setelah sabtu lalu gue izin karna ada acara kantor.
But, you know? Karena di jadwal masuk jam 8 akhirnya gue dateng jam setengah 8. Perjalanan naik angkot. Turun di lampu merah giant dan harus jalan lari-lari lumayan jauh buat sampe ke kampus, dan akhirnya gue nyampe kampus jam 8.05. Gue perkirakan ya pasti gue telat 5 menit. Pas sampe depan kampus niatnya mau sms temen kelasnya diruang berapa. Salah nya gue dari pagi gak nge check hp, eh ada sms dari temen gue "nin dimana? Masuk jam 7 nin" HUAAAAAAAA!!! Berarti gue bukan telat 5 menit, tapi SEJAM LIMA MENIT! Seketika itu gue jadi berjalan agak santai, dan pasrah, ya gue telat dan gak masuk di mata kuliah bahasa inggris yang kedua kalinya.
Celingak-celinguk di ruang sekretariat, eh ada ka tere. Perasaan seneng tiba-tiba muncul. Kok dia gak masuk kelas? Apa emang udah selesai? Atau ada kuis? Lagi asik ngobrol tiba-tiba temennya lewat dan bilang ke kak tere "ayok tere, dosennya udah dateng" SHOCK YANG KEDUA KALINYA! Gue pikir gue satu kelas lagi sama dia, karena dia diluar kelas, yaudah gue tenang-tenang aja. Gue lupa kalo emang waktu semester 1, tiap sabtu gue sekelas terus sama dia. Tapi semester 2 dia gak ada mata kuliah bahasa inggris. Sambil beres-beres tas nya kak tere bilang "masuk aja nin, dosen nya gak galak kok" -_______-
Percuma aja gue lari-lari sampe pinggang miring ke kanan miring ke kiri, toh pada akhirnya gue udah telat sejam lebih. Dan tau gak, sebenernya bahasa inggris ada tugas memperkenalkan diri dalam bahasa inggris. Dan gue juga udah nyiapin bahannya, latihan di depan cermin, eh taunya..... *backsound sedih*
Pelajaran berharga yang bisa diambil atas peristiwa ini adalah hargai waktu. Dan sering-seringlah nge-check hp. Walau sering diomelin mama karena hp mulu yang gue urusin. Ya tapi emang penting nge-check hp itu. Dan yang paling penting, pastikan jadwal kuliah kita diketik dengan sangat benar oleh staff kampus. Terus khusus untuk yang kuliah malam atau weekend baiknya anda kenali dengan cermat siapa teman sekelas anda. Bisa jadi di semester lalu dia sekelas dengan kita, bisa jadi tidak.
Sekian sob.. -_-

Selasa, 22 April 2014

JANGAN PERNAH BERHARAP MENCAPAI PUNCAK, BILA TIDAK BERSEDIA MENDAKI



Sekarang aku sedang menghadapi masalah seperti anak ABG pada umumnya, yaitu GALAU.
Aku tidak pernah membayangkan sebelumnya ini terjadi. Ya, terjadi padaku.
Disodorkan dua pilihan yang berat bagiku.

Setelah aku bertahan sekian lama, bertahan untuk meraih apa yang ku harapkan. Bertahan untuk mewujudkan semua doa-doa dan impianku.

Ya, mungkin ini jawaban dari Allah atas doa-doa ku selama ini. Doa-doa dari seorang hamba sepertiku. Doa-doa dari seorang hamba yang lebih banyak mengeluh, yang tanpa ia sadari betapa banyak nikmat yang diberikan Allah kepadanya.

Aku harus melepas semua. Ya, semua kenangan, harapan, dan cita-cita ku disini. Mengubur semua itu yang telah menjadi bagian dari cerita hidupku. Padahal aku sedang menikmatinya. Menikmati kenyamanan yang belum tentu aku dapatkan di tempat lain. 

Namun untuk bertahan pun aku tak sanggup. 

keputusan Allah mungkin tak pernah sama dengan keinginan kita, tapi keputusan Allah adalah keputusan yang paling baik”

Mengambil tawaran itu butuh banyak pertimbangan untukku. Karena akan ada tantangan dan tanggung jawab yang lebih besar tentunya.

Mampukah aku?
Sanggupkah aku?
Kuatkah aku?

Tawaran ini benar-benar nyata untukku.
Kesempatan tidak akan datang 2 kali.
aku butuh istikharah, doakan aku yang terbaik.

***

Hari-hari berlalu. Sepertinya aku sudah mendapatkan sinyal.
Walaupun sebenarnya aku pun belum mantap.

ya, kini tiba saatnya. Saat semua jelas terbaca. Jelas dan nyata. Saat aku mulai dihantui oleh rasa takut. Rasa takut akan salahku. Takut jika aku salah mengambil keputusan. Entah. Aku merasa sudah bisa menarik kesimpulan. Bahwa kenyataan tak sesuai harapan. Tapi aku belum bisa mengambil kesimpulan. Benahkah saya? Salahkah saya?

Memang betul perlu banyak beradaptasi. Toh baru meninggalkan garis start, belum melihat garis finish, masa mau pesimis?Tapi aku terlalu sering meragukan diriku sendiri. Gak bagus memang seperti ini. But...

Aku hanya takut jika kehadiranku disini hanya menjadi parasit. Ga bermanfaat. Aku takut. Takut mengecewakan. Bukan hanya diriku, tapi orang lain. Dia dan mereka. Aku takut akan pandangan orang lain terhadapku. Kalau sudah begini, aku bisa apa? Kepada siapa lagi aku bisa menceritakan ini? Kembali aku gak bisa, maju pun aku ragu. Berada di tempat ini, yang membuatku kini menjadi diam. Bungkam. Seribu bahasa. Karena aku terlalu berharap lebih. Posisi yang sulit. Dan aku mulai lemah. Ini bukan diriku.

Aku mau belajar. Dan terus belajar. Sangat sangat ingin belajar. Ini membuatku yakin. Akan pentingnya menaruh kepercayaan pada hatiku. Semuanya harus tetap berjalan. Dan ku yakin aku kuat. Aku bisa. Aku mampu. Menaruh harapan pada apa yang bisa kukerjakan, kulakukan, kurasakan, kuikhlaskan, kuimpikan, kunantikan...

Selasa, 01 April 2014

Esok Kan Bahagia

Kesedihan hari ini
Bisa saja jadi bahagia esok hari
Walau kadang kenyataan
Tak selalu seperti apa yang diinginkan

Kan ku ikhlaskan segalanya
Keyakinkan ini membuatku bertahan

Hidup yang ku jalani, masalah yang ku hadapi
Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya

Walau kadang kenyataan
Tak selalu seperti apa yang diinginkan

Kan ku serahkan semuanya
Keyakinan pada-Nya menjadikanku tenang

Hidup yang ku jalani, masalah yang ku hadapi
Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya (pasti ada hikmahnya)
Ku kan terus berjuang, ku kan terus bermimpi
Tuk hidup yang lebih baik, tuk hidup yang lebih indah (lebih indah)

Harus yakin (harus yakin)
Pasti bisa (pasti bisa)

Hidup yang ku jalani, masalah yang ku hadapi
Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya (pasti ada hikmahnya)
Ku kan terus berjuang, ku kan terus bermimpi
Tuk hidup yang lebih baik, tuk hidup yang lebih indah (lebih indah)

Ku kan terus berjuang, ku kan terus bermimpi
Tuk hidup yang lebih baik, tuk hidup yang lebih indah
Tuk hidup yang lebih baik, tuk hidup yang lebih indah
(hidup yang lebih indah)

Jumat, 14 Februari 2014

Ishbir Ya Ukhti...

QS. Al Imron:200.
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.

"ishbir..ya ukhti...", ya hanya tiga kata memang..
Tiga kata sederhana...
yang sanggup meruntuhkan sempitnya hati dan sesaknya jiwa..
Tiga kata sederhana...
yang dengan mudahnya melelehkan gumpalan-gumpalan gundah di hati dan mataku
menusuk tajam naluri humanisku
ya ternyata...
bagaimana pun juga aku hanyalah manusia..

"ishbir..ya ukhti..."
Tiga kata sederhana...
yang bahkan dengannya ingin rasanya ku beli seisi dunia
sungguh, dunia seakan menjadi begitu murah..
dibandingkan harga dari tiga kata itu...
Ada ragu, ada harap, ada cemas, ada takut...ada cinta..

"ishbir..ya ukhti..."
Ya, ini bukan kali pertamanya aku menerimanya...
ada beberapa kali "isbhir" sebelumnya..
tapi selalu saja setiap kali kata "isbhir" itu keluar..
lidahku kelu, seakan bungkam ribuan alasan, argumen manapun..patah seketika!
detik itu juga...
................
tapi, ukhti...lidahku kelu bukan sembarang kelu..

Ya, aku harus sanggup, mampu, yakin!
Yakin bisa memeluknya erat-erat dalam perjalanan taqwa ini
Yakin bisa tetap bertahan walau tertatih...
Yakin! karena tiada lagi pelukan yang lebih menentramkan selain pelukanNya
Kemana lagi aku harus mencari ketentramana, ketenangan, jika bukan kepadaNya?
Kepada siapa lagi aku harus menagih cinta?
Kepada siapa lagi, jika bukan kepadaNya..

Rabb, kuatkanlah hamba...
Jika suatu keadaan itu memang terbaik untuk agamaku, da'wahku, duniaku, akhiratku, diri dan keluargaku maka dekatkanlah...
JIka suatu keadaan itu buruk, maka jauhkanlah...
dan takdirkanlah kebaikan dimanapun aku berada..
dan jadikanlah aku Ridho untuk menerimanya...


27 Juni 2010
Ika Agustina
original mind.......
"qurrota aini"

Selasa, 11 Februari 2014

Berserah - Gamaliel ft. Audrey

Kapankah pelangi datang setelah redanya hujan 
Begitupun gelap malam, takkan tetap, takkan diam 
Akan pergi digantikan pagi
Ada tangis lalu ada tawa, ada manis di balik kecewa 
Begitulah biasanya, habis luka datang suka 
Terimalah dengan hati yang rela

Berserah pasrahkan semua (pasrahkan semua) pada Yang Kuasa 
Beri yang terbaik sepenuh jiwa 
Berserah bukan berarti menyerah tapi tak henti percaya 
Bahwa kita (bahwa kita) memang pantas bahagia

Bahagia pasti bersama kita 
Bila jalani hidup dengan cinta 
Memberi dengan rela, terima dengan suka 
Setia sabar dan percaya

Berserah pasrahkan semua pada Yang Kuasa
Beri yang terbaik sepenuh jiwa
Berserah pasrahkan semua pada Yang Kuasa 
Beri yang terbaik sepenuh jiwa 
Berserah bukan berarti menyerah tapi tak henti percaya 
Bahwa kita (bahwa kita) memang pantas bahagia

Kapankah pelangi datang setelah redanya hujan

Kamis, 06 Februari 2014

Pantaskah Surga Untukku?

Mengapa begitu berat
jalankan segala perintah Mu
Begitu banyak rintangan
tuk mengarahkan wajah
bersujud kepadamu Tuhan

Indahnya dunia ini
membuat orang terlena
Bekerja terus bekerja
Tak kenal waktu dan tak kenal lelah

Gema adzan Subuh, aku lelap tertidur
Gema adzan Dhuhur, aku sibuk bekerja
Gema adzan Ashar, aku geluti dunia
Tuhan, pantaskah surga untukku

Gema adzan Maghrib, aku di perjalanan
Gema adzan Isya',lelah tubuhku Tuhan
Tak pernah lagi ku baca firman MU
Tuhan tolonglah hambamu, Tuhan

HIJAB

yang hijabnya beneran karena Allah | setelah hijab pasti nyesel - NYESEL kenapa nggak dari dulu! | setuju? like dah..

"saya berhijab lalu teman-teman menjauhi saya" | artinya temanmu selama ini tidak mendukungmu dalam kebaikan, itukah namanya teman?

"saya berhijab lalu dibilang sok suci dan sok Islami" | jadi sebenarnya mereka tau bahwa hijab itu suci dan Islami itu aja..

"orang bilang yang penting hatinya dulu bukan hijabnya" | hijab itu tanda baik hatinya dan tanda baik hatinya itu mau taat pada Tuhannya

"katanya orang percuma berhijab bila lepas-pasang" | ada benarnya sih, tapi setidaknya kamu mencoba belajar taat, sempurnakan aja

"katanya wajahku nggak cocok buat berhijab" | hijab itu bukan masalah cocok nggaknya, hijab itu tanda cintamu pada Allah

"katanya berhijab tapi masih buat dosa itu munafik" | pernyataan itu belum pasti, yang pasti kamu udah ngurangin dosa banyak banget

"kantorku nggak mau terima karyawan berhijab" | itu tanda kamu mesti bikin kantor sendiri, lagipula gaji dari bosmu nggak bisa beli surga

"orang bilang berhijab susah dapet jodoh" | bener, lelaki nggak bertanggung jawab bakal susah deketin kamu, yang ada yang salih yang mau

"orang kata kerudung panjang, gamis lebar kayak teroris" | itu kan kata dia, bagi lelaki salih yang kayak begitu itu bidadari dunia

"katanya kalo udah berhijab nggak bisa macem-macem lagi" | lho, kan memang begitu bagusnya?

"katanya hijab itu cuma budaya arab" | yang ngomong gitu nggak shalat? pasti dia bakal bilang shalat juga budaya arab, jangan dipercaya

"tuntutan pekerjaanku harus nggak berhijab" | bos bisa nuntut, Allah juga punya tuntutan, bos bakal mati, Allah menghisab semua orang, nah?

"tapi kata orang.. kata orang..." | yah kamu.. untuk yang maksiat kayak pacaran kamu nggak peduli kata orang, giliran taat banyak mikir

hijab itu mahkota para salihat | nampak hanya oleh yang taat | jadi olokan oleh yang maksiat

hijab bukan cerminan suci dari dosa | hanya tanda kerinduan akan surga | dan harap ampunan dari pemilik jiwa

Senin, 27 Januari 2014

#aku belajar

Aku belajar untuk banyak bersyukur.
Aku belajar untuk tidak mengeluh.
Aku belajar untuk lebih sabar.
Aku belajar untuk lebih ikhlas.
Aku belajar menerima cobaan.
Aku belajar untuk berterima kasih.
Aku belajar untuk lebih sopan santun.
Aku belajar lebih teliti.
Aku belajar tepat waktu.
Aku belajar untuk tidak merugikan orang lain.
Aku belajar berbagi.
Aku belajar menghargai.
Aku belajar untuk banyak tersenyum.
Aku belajar untuk tegar.
Aku belajar

Rabu, 15 Januari 2014

I'm Sanguinis ^_^

Sanguinis (Yang Populer)
Kepribadian Sanguinis “Si Populer” ( Ekstrovert – Membicara – Optimis )
Ciri-ciri sifat Sanguinis :
Mereka cenderung ingin populer dan disenangi orang .
hidupnya penuh dengan bunga warna – warni .
Mereka senang berbicara tanpa dihentikan .
Gejolak emosinya bergelombang dan transparan .
Dan pada suatu saat dia teriak kegirangan kemudian beberapa saat dia bisa jadi menangis tersedu-sedu .
Senang menolong orang lain tetapi tidak dapat jadi sandaran .
umumny bukan penakut tetapi kalau bermasalah sukar bertaubat .
Namun Orang-orang sangunis ini sedikit agak pelupa, sulit berkonsentrasi cenderung berfikir pendek,dan hidupnya serba tak teratur.
Jika suatu kali anda lihat meja kerja pegawai anda cenderung berantakan, agaknya bisa jadi ia sanguinis .
Kemungkinan besar ia pun kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa pada janji apalagi bikin planning/rencana .
Namun kalau disuruh melakukan sesuatu, ia akan dengan cepat mengiyakannya dan terlihat sepertinya betul-betul hal itu akan ia lakukan .
Dengan semangat sekali ia ingin buktikan bahwa ia bisa dan akan segera melakukannya .
Tapi percayalah, beberapa hari kemudian ia tak lakukan apapun juga.
Kekuatan Dan Kelemahan Sanguinis:
Kekuatan  :
  • Suka bicara
  • Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstrative
  • Antusias dan ekspresif
  • Ceria dan penuh rasa ingin tahu
  • Hidup di masa sekarang
  • Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan)
  • Berhati tulus dan kekanak-kanakan
  • Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara)
  • Umumnya hebat di permukaan
  • Mudah berteman dan menyukai orang lain
  • Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian
  • Menyenangkan dan dicemburui orang lain
  • Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam)
  • Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan
  • Menyukai hal-hal yang spontan
Kelemahan :
  • Suara dan tertawa yang keras (terlalu keras)
  • Membesar-besarkan suatu hal / kejadian
  • Susah untuk diam
  • Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka nge-Gank)
  • Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele
  • RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek)
  • Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias)
  • Sebagian terlalu bahagia
  • Mudah marah
  • Suka menyela dan mendengarkan saat tuntas
  • Tampak palsu oleh sebagian orang
  • Suka mengeluh
  • Mudah berubah-ubah
  • Susah datang tepat waktu jam kantor
  • Prioritas kegiatan kacau
  • Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas
  • Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya
  • Egoistis
  • Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama
  • Konsentrasi ke “How to spend money” daripada “How to earn/save money”.
Sanguinis sebagai teman
  • Mudah berteman
  • mencintai orang
  • senang bila dipuji
  • menyenangkan saat berkumpul
  • di cemburui orang lain
  • bukan pendendam
  • cepat meminta maaf bila melakukan kesalahan
  • mencegah saat membosankan
  • menyukai kegiatan spontan.
  • Tampak menyenangkan
Sanguinis sebagai kekasih
  • Spontan saat mengucapkan pujian
  • mudah berterus-terang
  • senang memberi kejutan
  • dicintai banyak orang
  • kemungkinan mudah selingkuh.
Sanguinis Sebagai Orang Tua
  • Membuat Rumah Menyenangkan
  • Disukai teman anak – anak
  • Mengubah bencana menjadi humor
  • Merupakan pemimpin sirkus 
Sanguinis dalam Pekerjaan
  • Sukarelawan untuk tugas
  • Memikirkan kegiatan baru
  • Tampak hebat di permulaan
  • Kreatif dan inovatif
  • Punya energy dan antusiasme
  • Mulai dengan cara cemerlang
  • Mengilhami orang lain untuk ikut
  • Mempesona orang lain untuk bekerja
Pekerjaan yang cocok bagi Sanguinis
Artis, MC, Pengacara, dan sebagainya…

Sabtu, 11 Januari 2014

Goresan pena ku, untuk kita..

Apakah dengan kehilangan kita baru merasakan kekeluargaan? Kekompakan? Persatuan? Apakah dengan timbulnya masalah kita baru merasakan perhatian? Kasih sayang? Persaudaraan? 
Apakah karena terbatasnya jarak kita baru merasakan kerinduan? Kepedulian? Rasa harmonis? 

Sungguh, saya kecewa. 

Namun, adakah diantara kalian yang mampu menampung kekecewaanku? Tidak, karena ku tau kalian juga merasakan hal yang sama. 
Kini, kita terjebak dalam ruang kekecewaan. 

Maka, hanya airmata lah yang mampu menjelaskan semuanya. 
Tertuang dalam rasa, doa, dan harapan. 
Bahwa kita harus bangkit, bangun dari tidur lelap dan mimpi, merangkak dari ruang itu, lalu beranjak berdiri ke sebuah titik cahaya. 
Seakan-akan ia memberi jawaban
Cahaya terang penuh harap, dari doa-doa yg kalian panjatkan pd Sang Maha Pencipta, kemudian hati ini bergetar...

 Akankah kita bisa mencapai cahaya itu? 
Terkadang cahaya itu menarik perhatian, sehingga membuat kita lengah. 
Atau bahkan menyilaukan, membuat kita ingin menyerah. 

Namun tetap harus kita raih, menuju titik itu.


Ya, cahaya kesuksesan..