Rabu, 26 November 2014

Kisah "Si Tukang Kayu"

Seorang tukang bangunan yang sudah
tua berniat untuk pensiun dari
profesi yang sudah ia geluti selama
puluhan tahun.

Ia ingin menikmati masa tua bersama
istri dan anak cucunya. Ia tahu ia
akan kehilangan penghasilan rutinnya
namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh
istirahat. Ia pun menyampaikan
rencana tersebut kepada mandornya.

Sang Mandor merasa sedih, sebab ia
akan kehilangan salah satu tukang
kayu terbaiknya, ahli bangunan yang
handal yang ia miliki dalam timnya.
Namun ia juga tidak bisa memaksa.

Sebagai permintaan terakhir sebelum
tukang kayu tua ini berhenti, sang
mandor memintanya untuk sekali lagi
membangun sebuah rumah untuk terakhir
kalinya.

Dengan berat hati si tukang kayu
menyanggupi namun ia berkata karena
ia sudah berniat untuk pensiun maka
ia akan mengerjakannya tidak dengan
segenap hati.

Sang mandor hanya tersenyum dan
berkata, "Kerjakanlah dengan yang
terbaik yang kamu bisa. Kamu bebas
membangun dengan semua bahan terbaik
yang ada."

Tukang kayu lalu memulai pekerjaan
terakhirnya. Ia begitu malas-malasan.
Ia asal-asalan membuat rangka
bangunan, ia malas mencari, maka ia
gunakan bahan-bahan berkualitas
rendah. Sayang sekali, ia memilih
cara yang buruk untuk mengakhiri
karirnya.

Saat rumah itu selesai. Sang mandor
datang untuk memeriksa. Saat sang
mandor memegang daun pintu depan, ia
berbalik dan berkata, "Ini adalah
rumahmu, hadiah dariku untukmu!"

Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia
sangat menyesal. Kalau saja sejak
awal ia tahu bahwa ia sedang
membangun rumahnya, ia akan
mengerjakannya dengan
sungguh-sungguh. Sekarang akibatnya,
ia harus tinggal di rumah yang ia
bangun dengan asal-asalan.

Inilah refleksi hidup kita!

Pikirkanlah kisah si tukang kayu ini.
Anggaplah rumah itu sama dengan
kehidupan Anda. Setiap kali Anda
memalu paku, memasang rangka,
memasang keramik, lakukanlah dengan
segenap hati dan bijaksana.

Sebab kehidupanmu saat ini adalah
akibat dari pilihanmu di masa lalu.
Masa depanmu adalalah hasil dari
keputusanmu saat ini.

Jumat, 07 November 2014

CERMIN BATIN

Dikisahkan dlm dongeng rakyat Jepang ada sebuah rmh yg di dlm nya terdpt 1000 cermin.

Suatu hari ada seekor anjing kecil yg periang & selalu berbahagia, dia melewati rmh itu & memutuskan utk masuk ke dlm nya. Dia berlari gembira menuju pintu rmh itu.

Saat anjing riang itu masuk, ia terkejut bhw ia mendapati di dlm rmh itu terdpt banyak sekali anjing yg mirip dia & menyambutnya dgn ekor yg ber-goyang2 & kuping yg terangkat pula.Anjing kecil itu tersenyum senang & sekali lagi ia melihat semua "teman barunya" jg membalas senyumannya dgn senyum yg sama bersahabatnya dgn senyuman anjing tsb.
Saat anjing kecil itu meninggalkan rmh tsb, dlm hati ia berkata "tempat yg sangat menyenangkan", ada banyak tmn baru yg baik & ramah, aku akan sering bermain ke tempat itu.

Lalu suatu wkt ada seekor anjing lain yg kurang bahagia & tidak se-riang anjing yg pertama. Anjing itu jg memutuskan utk mampir ke dlm rmh tsb, dgn perlahan & tampak waspada ia berjalan menuju pintu rmh tsb.

Saat anjing itu masuk ke dalamnya ia terkejut & waspada krn ia mendapati di rmh tsb ada banyak anjing yg tak bersahabat.Lalu anjing itu mencoba menggertaknya dgn mengeluarkan taring & geraman kecil, namum lagi2 ia dikejutkan bhw semua anjing itu melakukan hal yg sama.
Dgn ketakutan anjing itu berlari keluar rmh & berkata dlm hatinya "tempat yg menakutkan, aku tak akan pernah mau masuk lagi".

Moral Cerita:"Apa yg kita lakukan terhadap org2 di lingkungan sekitar kita akan berdampak kembali ke kita sebagaimana spt yg kita berikan pd mereka"Kalau kita tersenyum pd dunia, mk duniapun tersenyum pd kita.

Ingat pula bahwa DUNIA NYATA KITA adlh CERMIN dari DUNIA BATIN KITABersikaplah positif, selalu ceria, bahagia, agar sikap positif kita bisa menarik aura positif ke kehidupan kita.

Jadi, mulailah hari2mu dgn sikap positif, selalu ceria.

-From Mahpuz-