Apakah karena terbatasnya jarak kita baru merasakan kerinduan? Kepedulian? Rasa harmonis?
Sungguh, saya kecewa.
Namun, adakah diantara kalian yang mampu menampung kekecewaanku? Tidak, karena ku tau kalian juga merasakan hal yang sama.
Kini, kita terjebak dalam ruang kekecewaan.
Maka, hanya airmata lah yang mampu menjelaskan semuanya.
Tertuang dalam rasa, doa, dan harapan.
Bahwa kita harus bangkit, bangun dari tidur lelap dan mimpi, merangkak dari ruang itu, lalu beranjak berdiri ke sebuah titik cahaya.
Seakan-akan ia memberi jawaban
Cahaya terang penuh harap, dari doa-doa yg kalian panjatkan pd Sang Maha Pencipta, kemudian hati ini bergetar...
Akankah kita bisa mencapai cahaya itu?
Terkadang cahaya itu menarik perhatian, sehingga membuat kita lengah.
Atau bahkan menyilaukan, membuat kita ingin menyerah.
Namun tetap harus kita raih, menuju titik itu.
Ya, cahaya kesuksesan..
aamiin.. Sukses Di Dunia & Sukses Tuk Akhirat..
BalasHapushehehe ^_^
BalasHapus