Senin, 01 September 2014

BANGKIT!

saat itu usiaku masih 18 tahun. Kondisiku juga sedang sakit. Semua ini berawal ketika temanku menawarkan bekerja di salah satu perusahaan, ya TIRAM namanya. Aku memang tidak berambisi untuk kuliah, yang aku fikirkan adalah bagaimana caranya aku bisa membantu kegiatan ekonomi keluargaku. Kuputuskan untuk membuat surat lamaran pekerjaan. Hari-hari berlalu, namun belum ada kepastian apakah aku diterima atau sebaliknya. Namun Allah Maha Pemurah, akhirnya aku ditelpon dan diterima kerja sebagai staff admin. Minggu-minggu pertama tak banyak yang aku kerjakan. Karena sistem administrasi yang masih kacau, aku berinisiatif untuk menjalankan kegiatan administrasi "versiku". Ya memang di TIRAM tidak banyak kesulitan yang aku hadapi. Namun, ada saja moment-moment dimana aku harus merasakan tekanan, nge-down, bahkan aku pernah berfikir untuk resign. Namun tiba-tiba semangat ku muncul kembali karena ada orang-orang yang selalu mendukung, memberi semangat, dan arahan kepadaku. Siapa lagi kalau bukan Pak Aput, Mas Adit, Fauzi, Mba Ira, Mas Kiki, Mas Wahyu, dan Mas Latief. Alhamdulillah, SAYA TIDAK SENDIRI. Saya sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan mereka.
Namun perasaan "nge-down" itu hadir kembali ketika satu persatu diantara para penyemangat itu meninggalkan saya. Mas kiki, ya, dia terlebih dahulu resign dipenghujung tahun 2013. Kemudian disusul mba ira di awal tahun 2014. Dan yang membuat saya sangat kehilangan adalah sosok mas adit. Jika saya diberi permohonan tentunya saya ingin menahan mereka untuk tetap disini. Tapi apakah saya bisa menyalahkan takdir?
Belum hilang kerinduan saya tentang mereka, ujian itu kembali datang. Bukan dari sang penyemangat yang harus pergi, tapi dari saya. Iya betul, kini saya yang harus meninggalkan mereka. Meninggalkan tim-tim penyemangat yang tersisa dan "tempat kelahiran" saya (TIRAM). Saya di mutasi. DIMUTASI. Tepat dimana umur saya masih 8 bulan diTIRAM. Ini adalah titik terberat saya. Sangat berat. Bukan karena kerjaan, tapi lingkungan.

*to be continue...*

1 komentar: